Profil


konveksi tas

Profil РTaskonveksi awal-awal karir nya sebagai pedagang tas yang ber modal kan roda yang tidak terlalu besar di trotoar jalan tegal lega di kota bandung, jawa barat yang ketika itu masih sangat sepi pedagang kaki limanya dan setiap berdagang kami selalu membawa kedua anak kami yang masih kecil yang bernama M. reza dan andri solehudin yang ketika itu masih sangat kecil kira-kira berumur empat tahun dan kami kedua orang tua reza dan andri yang bernama H.ajang sumpena dan istri tercinta Hj.dedeh jubaedah yang setiap musim hujan kami selalu menyimpan kedua anak kami di atas barang dagangan di dalam roda karena kami tidak ingin kedua anak kami kehujanan dan sakit.

Tapi seiring berjalanya waktu pedagang kaki lima di tegal lega bandung semakin hari semakin bertambah dan kami pun sudah mulai ter saingi dan ter sikirkan.

Dikarnakan kami sudah kalah bersaing di kala itu dengan para pedagang kaki lima di tegal leg kami pun mencoba per untung an membuka jasa sablon dengan modal yang sangat-sangat sedikit sekali, awalnya kami menerima pesanan dari keluarga besar kami karena hampir semua keluarga besar kami membuka konveksi tas jadi kami tidak kesulitan dengan order, tapi seiring berjalanya waktu anak ketiga kami pun lahir yang kami beri nama siti nuranis, di karnakan anak kami ketiga lahir dan masih kecil kami pun terpaksa berheti di dunia persablonan dikarenakan anak ketiga kami sering sakit-sakit an mungkin karena baunya obat sablon yang kami gunakan dan kami pun mulai beralih profesi menjadi pembuat peralatan tas seperti gesper, ring jalan dan masih banyak yang lainya.

Meskipun awal-awal kami kesulitan untuk mencari konsumen tapi seiring berjalanya waktu konsumen pun mulai berdatangan dan kami pun sampai memiliki dua mesin cetak alat-alat gesper yang dulusangat tidak kepikiran mampu membeli mesin cetak nya lagikarena mesin cetak gesper itu benar-benar mahal ketika pada waktu itu bahkan satu matres nya saja saya bisa mengeluarkan uang sampai jutaan, dan sedikit demi sedikit kerja keras kami pun mulai terasa manisnya tapi tidak lama dari itu bahan baku mulai sulit di dapat dan saya tidak tau kenapa seperti itu saya pun mulai sedikit panik dan teman seprofesi saya memberi tahu kepada saya bahwa negara kita sedang moneter yang mana para pengusaha besar, menengah maupun pengusaha kecil seperti kami merasakan dampak moneter dikala itu, kami pun tidak bisa melanjutkan usaha pembuatan gesper lagi dan kami pun terpaksa beralih profesi menjadi pembuat cap karet khususnya cap karet untuk aksesoris tas atau logo tas.Di awal usaha pembuatan cap karet ini kami betul-betul tidak menemukan masalah yang benar-benar berat di usaha cap karet ini dan kami sudah merasakan kecocokan dengan usaha ini dan seiring dengan waktu cita-cita kami pun mulai ter wujudkan seperti ingin menunaikan ibadah haji ke tanah suci, ingin membeli kendaraan beroda empat dan pindah kerumah yang sedikit besar dari rumah yang sebelumnya dan alhamdulilah di usaha inilah kami bisa mewujudkannya bahkan kami pun sempat membuka